Monday, May 4, 2020


BAB 10
LINGKUNGAN
(PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN)

A.      Perubahan Lingkungan
Perubahan lingkungan dapat terjadi karena berbagai faktor baik faktor alam maupun faktor manusia. Faktor alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan meliputi gempa bumi, letusan gunung berapi, dan kemarau panjang. Akan tetapi, setelah bencana alam tersebut berakhir hal yang terjadi adalah pembentukan kembali komunitas seperti keadaan semula. Proses suatu lingkungan yang mengalami kerusakan atau dari rusak menjadi baik seperti keadaan semula disebut suksesi. Faktor manusia meliputi membuang sampah/limbah sembarangan dan pemnggundulan hutan. Hal tersebut dapat mengakibatkan banjir karena hutan telah gundul dan longsor. Sampat/limbah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

B.      Macam-macam Pencemaran
1.       Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat disebabkan karena penimbunan sampah anorganik dan organik pada berbagai tempat secara sembarangan. Sampah anorganik tidak dapat diuraikan. Agar sampah tersebut tidak menjadi bahan pencemar maka sebaiknnya sampah anorganik tersebut didaur ulang. Berbeda dengan akibat pembuangan sampah organik secara sembarangan yaitu dapat menyebabkan bau busuk dan menimbulkan berbagai penyakit. Sampah organik sebaiknya diolah menjadi makanan ternak atau kompos agar tidak sia-sia dan mencemari lingkungan.

Tanah dapat menjadi tidak subur jika berebagai sampah lain seperti oli, detergen dan pestisida berserakan di berbagai permukaan tanah. Hal tersebut dapat menurunkan pH tanah yang menyebabkan banyak unsur hara yang tidak dapat diserap tanah dan berbagai tumbuhan tidak dapat tumbuh.

2.       Pencemaran Air
Air di lingkungan biasanya digunakan untuk minum, mandi, mencuci dan membersihkan berbagai hal. Pencemaran air dapat terjadi di lingkungan rumah tanggga maupun di lingkungan industri. Polutan (bahan pencemar air) dibedakan menjadi:
-          Logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg), krominum (Cr), dan logam toksik lainnya dapat berbahaya  bagi makhluk hidup di dalamnya.
-          Limbah anorganik seperti pupuk (pestisida) yang berlebihan dapat mencemari air tanah dan membunuh berbagai organisme tanah. Selain itu pencemaran limbah anorganik juga dapat menyebabkan pertumbuhan alha di perairan sangat cepat yang sering disebut blooming alga.
-          Limbah organik baik dari rumah tangga atau industri . Sampah organik yang busuk dapat menyebabkan pengendapan (sedimentasi) sehingga dapat mengurangi kadar oksigen di dalam air. Apabila suatu perairan kekurangan oksigen makan organisme di dalamnya dapat terhambat pertumbuhannya bahkan dapat mengalami kematian.


3.       Pencemaran Udara
Udara dapat dikatakan tercemar jika mengandung berbagai gas-gas yang berasal dari bahan buangan seperti berikut ini:
-          Sulfur dioksida (SO2), gas ini juka terlalu tinggi di udara dapat menyebabkan udara menjadi  tidak stabil dan bereaksi dengan air di udara dan mengakibatkan hujan asam. Jika hujan asam terjadi dapat menyebabkan korisi (karat) pada berbagai jenis logam khususnya besi dan kematian pada organisme di permukaan bumi yang tidak tahan pada kondisi asam.
-          Karbon monoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2), zat ini apabila jumlahnya terlalu banyak di udara dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon yang nantinya bisa membuat kenaikan suhu bumi atau sering disebut pemanasan global.
-          Chloro fluoro carbon (CFC), gas ini biasanya dihasilkan dari alat pendingan AC (Air Conditioning), lemari pendingan, penyemprot aerosol, proses pembuatan karet busa dan lain-lain.Gas ini jika banyak di udara akan menyebabkan penipisan lapiran ozon dan pemanasan global. Jika lapiran ozon semakin tipis dan cahaya matahari lebih panas dapat menyenbabkan berbagai penyakit kulit termasuk gatal-gatal dan kanker.

4.       Pencemaran Suara
Pencemaran suara dapat dikatakan terjadi jika suara/kebisingan mencapai lebih dari ± 10.000 db. Pencemaran suara dapat disebabkan oleh kendaraan bermotor, mesin industri, mesin gergaji, bom, tembkan dan lainnya. Polusi suara ini dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran.

C.      Pelestarian Lingkungan
Pelestarian lingkungan dapat di lakukan dengan berbagai cara  baik pencegahan maupun penanggulngan. Berbagai cara tersebut yaitu:
-          Daur Ulang
  Limbah plastik, alumunium, besi bahkan organik dapat memiliki manfaat yang tinggi dari pada dibuang ke lingkungan.

-          Pengolahan logam berat sebelum dibuang ke lingkungan
-          Reboisasi adalah penghijauan/penanaman hutan kembali.


Tugas 3 (dijawab paling lambat sebalum tanggal 23 Mei 2020)
Tuliskan salah satu masalah pencemaran lingkungan di daerahmu dan cara penanggulangannya menurut pendapat kamu di kolom komentar!
(jangan lupa sebalum menjawab sertakan nama dan kelas)